Bisnis Keluarga dan Keunggulannya

Written by:

Biasanya Saya menulis artikel untuk para pebisnis. Kali ini Saya ingin menulis artikel untuk sahabat-sahabat muda yang sedang berakrir dan mencari jalan. Semoga tulisan Saya dapat bermanfaat.

Banyak yang bertanya kepada Saya mengapa Saya memilih KeKe Group untuk mengabdi. Saya memiliki jawaban emosional dan jawaban rasional.

Jawaban emosianalnya sederhana, Karena Ayah Farid dan Bunda Tika telah percaya kepada Saya jauh sebelum orang lain percaya akan kapasitas Saya. Mereka adalah sosok orang tua yang sabar mendidik Saya yang labil dan meledak ledak. Tapi kita tidak membahas hel tersebut hari ini. itu terlalu personal.

Kali ini Saya akan menjawabnya dengan jawaban yang lebih rasional. Berikut jawaban-jawaban Saya,

1. Perusahaan Keluarga adalah wahana belajar

Banyak yang mengatakan bahwa perusahaan keluarga tidak memiliki sistem yang mapan. Dan itu dijadikan isu negatif bagi temen-temen muda yang mau berkarir didalamnya. Beberapa anak muda mendambakan perusahaan besar dengan sistem yang sudah mapan, padahal tidak sebegitu indah juga pada akhirnya.

Ketidak mapanan sistem sebenarnya adalah sebuah wahana untuk belajar. Perusahaan keluarga yang relatif masih membangun akan memberikan anda akses pemelajaran yang luar biasa. Anda bisa belajar banyak hal. Seluruh proses anda bisa pelajari. Bahkan bagaimana sebuah sistem terciptapun Anda bisa lihat.

Jika Anda bergabung pada sebuah perusahaan besar, maka anda akan mengerjakan hal yang sangat spesifik dan monoton terus menerus. Sorry ya kalo tersinggung. Tapi ini tidak baik untuk perkembangan diri.

Di bisnis keluarga, Anda harus siap akrobat untuk mengerjakan banyak hal. Banyak yang menyangka bahwa sistem begini adalah buruk bagi SDM muda, padahal kebalikannya, ini baik untuk wahana pembelajaran. Di perusahaan keluarga, Anda bisa belajar produksi, finance, marketing, cara jualan, selling methode, sampai pembangunan budaya. Semua bisa anda jangkau. Apalagi kalo perusahaan Anda slim. CEO nya pun Anda bisa bully.

2. Cepat Masuk Lingkatan Ring 1 Pemilik Bisnis

Di Perusahaan Keluarga, Anda bisa segera mendapat posisi di ring 1 pemilik. Disinilah titik strategis pembentukan karakter.

Di bisnis besar yang terdiri dari ratusan atau ribuan orang, Anda tentu tidak dapat mengakses langsung sang pemilik. Namun di perusahaan keluarga yang sedang berkembang, Anda kemungkinan besar dapat mengakses pemilik. Definisi perusahaan keluarga disini bukan berarti seluruh yang bekerja adalah keluarga, namun kepemilikan perusahaan masih bertumpu pada keluarga dan memang beberapa anggota keluarga terlibat didalamnya.

Jack Ma memberi nasehat.

  • 10 sampai 20 tahun, jadilah pelajar yang baik
  • 20 sampai 30 tahun, ikutilah bos yang benar, yang mengajarkan Anda tentang semangat, kerja keras, ketekunan.
  • 30 sampai 40 tahun, cobalah berfikir tentang dirimu, berfikirlah tentang entrepreneurship, lakukan banyak hal.
  • 40 sampai 50 tahun, fokuslah di satu bidang, dan jadilah hebat didalamnya.
  • 50 sampai 60 tahun, investasikanlah danamu kepada anak muda, mereka mampu melakukan lebih baik.
  • 60 tahun ke atas, lepaskanlah dirimu dari rutinitas kerja.

Nah, bagi temen-temen muda yang ingin jadi sosok yang besar, memilih berkarir di perusahaan keluarga sebenarnya sangat cocok untuk pembentukan karakter.

Saya pernah terjun 100% berbisnis, namun yang saya tidak punya adalah karakter. Sehingga KeKe saya pilih untuk pembentukan karakter. Tidak ada Saya seperti saat ini, tanpa didikan keras owner kepada diri Saya.

3. Sistem yang Lentur

Karena bentuknya yang masih perusahaan Keluarga, beberapa sistem terkadang lentur dan ini menjadi kekuatan.

Ketika kita berbicara tentang sistem, maka kita berbicara tentang kelenturan atau tidak.

Pada perusahaan dengan sistem yang mapan, terkadang birokrasi membuat sebuah perusahaan terhambat dari segi aksi. Berbeda dengan perusahaan keluarga yang masih dinamis dan cepat bergerak. Kelenturan menjadi kekuatan untuk mengalahkan yang besar-besar.

Saya punya pengalaman, di KeKe beberapa keputusan bisa sangat cepat diambil. Kami memiliki pola kordinasi digital. Kami mengakui approval dengan whatsapp. Saya menerapkan paperless systems. Kalo ada yang kami putuskan hari itu, semua tim bisa langsung eksekusi. Selama persetujuan sesuai prosedur, dana bisa langsung cair. Mudah, cepat, cekatan.

Berbeda dengan sebuah perusahaan keluarga yang “meng-kaku” entah kenapa. Ini true story. Gaya manajemennya jadi statis. Dobarakannya jadi lemah. Gerakan marketing yang lincah tiba-tiba melambat. Dengar-dengar sang perusahaan sedang menerapkan disiplin keras dalam sistem mekanisme keuangan. Itu bagus. Itu oke sih. Mungkin ada kaitan dengan keinginan owner untuk mengetatkan anggaran dan menjaga cost. Tapi kalo jadi kaku dan gak lincah, menurut Saya itu bermasalah.

4. Potensi Percepatan Karir

Kecepatan karir yang tidak dimiliki perusahaan besar. (khusus perusahaan keluarga yang masih skala dibawah menengah)

Di perusahaan UKM, Anda mungkin hanya belasan orang. Atau mungkin lebih parah dari itu. Atau mungkin puluhan orang. Disinilah kesempatannya Anda menjadi ring 1 perusahaan. Ketika perusahaan membesar, Anda juga ikut melesat karirnya. Karena Anda generasi pertama. Dan itu terjadi dengan catatan, Anda mampu mengikuti tantangan dari organisasi : kapasitas juga meningkat.

Berbeda jika Anda hadir pada perusahaan yang telah sesak dengan SDM, bahkan punya aqidah antrian urut kacang. Anda harus menunggu para senior pergi bergantian, barulah Anda mencapai posisi karir tertentu.

Pesatnya pertumbuhan perusahaan juga memberikan anda kesempatan untuk mudah bertumbuh. Hal ini karena marketnya belum jenuh. Anda masih bisa tumbuh 100% sampai 200%, seperti yang terjadi di Allure Green Tea. Ownernya baru 30 tahun. Seumuran Saya. Edan bener. Itu namanya small company, room to grow nya masih besar. Dan ini kesempatan berkarir yang baik.

5. Ini tentang pengabdian membangun UKM

Kalo semua anak muda hebat lari ke perusahaan besar, siapa yang membesarkan UKM? Jika semua anak muda hebat hanya mau bekerja di perusahaan multinasional, siapa yang mau berjuang membesarkan perusahaan keluarga nasional yang punya potensi bertumbuh? Kalo semua anak muda hebat hanya mau bekerja di perusahaan asing bergengsi, siapa yang akan membangun perusahaan keluarga nasional yang tidak begitu keren? Hehehehe….

Bagi saya ini tentang pengabdian anak bangsa kepada negaranya. Jangan Cuma ngomong cinta tanah air tapi Anda gak mau bantu perusahaan UKM Nasional untuk Go High.

Tulisan kali ini untuk temen-temen yang sedang memilih jalan pengabdian. Ini sekedar Saran, jadilah engine di sebuah mobil, daripada jadi skrup di sebuah pesawat.

Ide Saya bisa bener, bisa nggak, namanya juga opini.

Go Viral!

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *